Semua hal yang diam, memiliki kemungkinan besar untuk tak tersampaikan. Cinta, rindu, emosi, dan semua isi hati; biarkan aku mendengarnya sekali lagi.
— Tia Setiawati Priatna

5 hours ago with 6 notes

Sebutlah aku sebuah kemungkinan. Maka ketika aku datang, cintailah cinta dengan segala ketulusan.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 6 notes

Luka ini luka kita. Lalu cinta? Akankah ia setia di tempatnya? Atau ia mungkin saja akan melaju, ke tempatnya berada seharusnya.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 3 notes

Kesedihan terkadang adalah rindu yang mengasihi dirinya sendiri. Tak ada dia yang namanya selalu kau sebut dalam setiap doa.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 4 notes

Seperti rindu yang mencandu hadirmu, cinta sepertinya adalah pemuja setia; ia tak pernah lelah mengasihi seorang saja.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 4 notes

Aku tahu, dunia ini berputar. Namun kamu selalu ada di hati dan kepalaku; enggan keluar.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 12 notes

Tak ada cinta yang benar-benar selesai. Tidak sampai kau melupakanku dan tak lagi menyebutku dalam waktu-waktu istimewamu dengan Tuhan.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 9 notes

Jika cinta adalah serupa dengan doa, akan kuserahkan seluruh waktuku untuk berbicara kepadaNya; agar kau selamat, agar kau selalu bahagia.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 12 notes

Belum terbukti kegalauan seseorang, sampai ia hanya dapat berdiam diri; sendirian.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 3 notes

Sedih karena siapapun, hanya dirimu sendiri yang bertanggung jawab sepenuhnya atas hidupmu selanjutnya.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 12 notes

Aku Bukanlah Mereka

Aku adalah aku,
aku bukanlah mereka.

Aku lah pencintamu,
aku juga pemujamu.

Aku tak buta,
untuk mengetahui bahwa kau tak terlalu rupawan.
Namun kukatakan sekali lagi,
cinta mampu melihat ribuan keindahan.

Aku tak sepenuhnya tuli,
hanya saja telingaku tak begitu mendengar
keburukan-keburukan tentangmu yang mereka katakan berkali-kali.

Dan aku pun, bukanlah si bisu.
Maka maklumilah lisanku yang tak pernah puasa mengatakan
: ‘aku mencintaimu sepenuh jiwaku’.

Tangerang, 27 Mei 2012

- Tia Setiawati Priatna


#poems  
12 hours ago with 6 notes

Akan kuingat lagi, hidupku yang hanya penuh dengan kamu, di setiap hari.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 3 notes

Ketika cintamu tak mampu mengalah, mungkin sebenarnya duniamu dipenuhi oleh ego semata.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 3 notes

Pahit itu mungkin adalah saat kau ingin berusaha lagi, namun dia sudah tak peduli.
— Tia Setiawati Priatna

12 hours ago with 8 notes

Jika memang jodoh, pada akhirnya semua jalan akan mudah, semua jalan akan mempertemukan kalian berdua.
— Papapku - Piat Priatna

12 hours ago with 31 notes

theme by heloteixeira