January 2011
93 posts
Ada yang terlambat mengucap cinta. Ada yang terlanjur pergi karena berduka. Ah...
– Tia Setiawati Priatna
Yang terbaik bukan pilihanku atau pilihanmu. Tapi pilihanNya yang Maha Tahu.
– Tia Setiawati Priatna
Januari demi januari berlalu. Bukankah kita sama-sama tahu. Jika kamu masih...
– Tia Setiawati Priatna
Aku ingin kamu tetap begitu. Selamanya mencintaku. Walau selalu akan ada...
– Tia Setiawati Priatna
Ketika kamu telah pergi. Mungkin aku perlu belajar lagi. Bahwa cinta tak perlu...
– Tia Setiawati Priatna
Dialah asmara. Yang membuat kita berterimakasih pada rasa yang membuat jutaan...
– Tia Setiawati Priatna
Cinta adalah kita. Yang tak kan mengapa saat terpenjara rasa. Karena itu memang...
– Tia Setiawati Priatna
Mengganggu itu kamu. Setiap malam muncul dimimpiku. Lalu hilang tanpa mengucap...
– Tia Setiawati Priatna
Cinta itu jelas bukan dusta. Karena jika ada unsur itu didalamnya, mungkin...
– Tia Setiawati Priatna
Rindu itu mengganggu. Bahkan ketika akupun tahu. Bahwa kamu juga merasa begitu.
– Tia Setiawati Priatna
Bahasa cinta kita mungkin tak sama. Tapi aku yakin suatu saat nanti, hati kita...
– Tia Setiawati Priatna
Kita bertemu pada sebuah masa. Dimana asing adalah teman kita. Namun cinta...
– Tia Setiawati Priatna
Jika kamu masih belum mampu menerjemahkan rinduku padamu. Temui saja aku di...
– Tia Setiawati Priatna
Cinta itu tidak semu. Mungkin kamulah yang begitu.
– Tia Setiawati Priatna
Dingin senantiasa menyapa pagi di setiap waktu. Jaketmu menyelamatkan aku dari...
– Tia Setiawati Priatna
Ada yang salah dengan pagiku. Itulah ketika aku tak mendengar suaramu.
– Tia Setiawati Priatna
Yang teristimewa bukan harta. Tapi cinta yang tak berakhir sampai kita menutup...
– Tia Setiawati Priatna
Di sudut pagi itu, aku melihatmu memeluk sesuatu. Kurasa itu bayanganku yang...
– Tia Setiawati Priatna
Dipenghujung hari. Aku masih sibuk sendiri. Menunggu hadirnya kamu sambil...
– Tia Setiawati Priatna
Tidak perlu mempertanyakan tentang setia. Karena saat nanti tiba waktunya. Dia...
– Tia Setiawati Priatna
Hangat itu hatiku. Walau hanya lewat mengenangmu. Dan seribu hal lain yang masih...
– Tia Setiawati Priatna
Tak perlu mengkhawatirkan jarak antara kita. Cukup saja kamu tahu, bahwa rasaku...
– Tia Setiawati Priatna
Aku memang tak akan pernah tahu tentang masa depan. Tapi kamu adalah serupa...
– Tia Setiawati Priatna
Dalam diam aku menikam hari. Tak bisakah kita berdiam diri tanpa merasa sendiri?...
– Tia Setiawati Priatna
Jika saja keramaian menawarkan banyak hal selain hingar bingar. Aku ingin kamu...
– Tia Setiawati Priatna
Sebuah cinta tetaplah cinta. Walau satu diantara dua sudah tidak merasa. Jodoh...
– Tia Setiawati Priatna
Kita tak perlu merenda hari dengan sepi. Karena kita saling menyayangi dan...
– Tia Setiawati Priatna
Cemburu itu kamu. Melihatku tersenyum karenanya. Tanpa menyadari, bahwa bagiku...
– Tia Setiawati Priatna
Ada yang salah dengan pagiku. Itulah ketika aku tak mendengar suaramu
– Tia Setiawati Priatna
Kita mungkin memang tak sama. Tapi terkadang, cinta datang pada mereka yang...
– Tia Setiawati Priatna
Yang teristimewa bukan harta. Tapi cinta yang tak berakhir sampai kita menutup...
– Tia Setiawati Priatna
Ada sebuah rahasia. Yang hanya mampu kukatakan padaNya. Ini tentang kamu dan...
– Tia Setiawati Priatna
Senyum itu adalah kamu. Tak heran mengapa aku tersipu setiap waktu. Karena hanya...
– Tia Setiawati Priatna