January 2011
93 posts
“Ada yang terlambat mengucap cinta. Ada yang terlanjur pergi karena berduka. Ah...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 24th
Jan 24th
“Yang terbaik bukan pilihanku atau pilihanmu. Tapi pilihanNya yang Maha Tahu.”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 24th
Jan 24th
“Januari demi januari berlalu. Bukankah kita sama-sama tahu. Jika kamu masih...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 24th
Jan 24th
“Aku ingin kamu tetap begitu. Selamanya mencintaku. Walau selalu akan ada...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 24th
Jan 24th
“Ketika kamu telah pergi. Mungkin aku perlu belajar lagi. Bahwa cinta tak perlu...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 24th
“Dialah asmara. Yang membuat kita berterimakasih pada rasa yang membuat jutaan...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 24th
Jan 24th
“Cinta adalah kita. Yang tak kan mengapa saat terpenjara rasa. Karena itu memang...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
“Mengganggu itu kamu. Setiap malam muncul dimimpiku. Lalu hilang tanpa mengucap...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
“Cinta itu jelas bukan dusta. Karena jika ada unsur itu didalamnya, mungkin...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
Jan 23rd
“Rindu itu mengganggu. Bahkan ketika akupun tahu. Bahwa kamu juga merasa begitu.”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
1 note
“Bahasa cinta kita mungkin tak sama. Tapi aku yakin suatu saat nanti, hati kita...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
Jan 23rd
“Kita bertemu pada sebuah masa. Dimana asing adalah teman kita. Namun cinta...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
Jan 23rd
“Jika kamu masih belum mampu menerjemahkan rinduku padamu. Temui saja aku di...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
“Cinta itu tidak semu. Mungkin kamulah yang begitu.”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
Jan 23rd
“Dingin senantiasa menyapa pagi di setiap waktu. Jaketmu menyelamatkan aku dari...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
“Ada yang salah dengan pagiku. Itulah ketika aku tak mendengar suaramu.”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
Jan 23rd
“Yang teristimewa bukan harta. Tapi cinta yang tak berakhir sampai kita menutup...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
“Di sudut pagi itu, aku melihatmu memeluk sesuatu. Kurasa itu bayanganku yang...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
1 note
“Dipenghujung hari. Aku masih sibuk sendiri. Menunggu hadirnya kamu sambil...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
1 note
Jan 23rd
2 notes
“Tidak perlu mempertanyakan tentang setia. Karena saat nanti tiba waktunya. Dia...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
“Hangat itu hatiku. Walau hanya lewat mengenangmu. Dan seribu hal lain yang masih...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
Jan 23rd
“Tak perlu mengkhawatirkan jarak antara kita. Cukup saja kamu tahu, bahwa rasaku...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
“Aku memang tak akan pernah tahu tentang masa depan. Tapi kamu adalah serupa...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
Jan 23rd
“Dalam diam aku menikam hari. Tak bisakah kita berdiam diri tanpa merasa sendiri?...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
“Jika saja keramaian menawarkan banyak hal selain hingar bingar. Aku ingin kamu...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
Jan 23rd
“Sebuah cinta tetaplah cinta. Walau satu diantara dua sudah tidak merasa. Jodoh...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
“Kita tak perlu merenda hari dengan sepi. Karena kita saling menyayangi dan...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 23rd
Jan 19th
“Cemburu itu kamu. Melihatku tersenyum karenanya. Tanpa menyadari, bahwa bagiku...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 19th
Jan 19th
“Ada yang salah dengan pagiku. Itulah ketika aku tak mendengar suaramu”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 19th
“Kita mungkin memang tak sama. Tapi terkadang, cinta datang pada mereka yang...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 19th
“Yang teristimewa bukan harta. Tapi cinta yang tak berakhir sampai kita menutup...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 19th
Jan 17th
“Ada sebuah rahasia. Yang hanya mampu kukatakan padaNya. Ini tentang kamu dan...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 17th
“Senyum itu adalah kamu. Tak heran mengapa aku tersipu setiap waktu. Karena hanya...”
– Tia Setiawati Priatna
Jan 17th