Ketika Kau Pergi dan Kembali Lagi

pada suatu masa,
aku sempat terhenyak,
sesak dan tak bisa bernafas sesaat,
saat kusadari kau pergi,
dan mungkin tak kembali padaku lagi
pada suatu masa,
aku sering menangis sendirian saja,
kurasa aku tak pernah tahu,
apakah kau juga merasakan hal yang sama
pada suatu masa,
aku sering bermimpi,
kau kembali lagi,
dan berkata,
: ‘pergi bukanlah hal yang baik untuk dijalani’
pada suatu masa,
aku sering tersenyum pedih,
mengingat semua kenangan yang terputar kembali,
kurasa waktu tak pernah bisa menghilangkan memori
pada suatu masa,
aku pernah berniat menyimpan semua tentangmu,
namun kurasa,
hatiku adalah tempat paling tak bisa dipaksa untuk melupa
pada suatu masa,
kurasa doaku dikabulkan Sang Maha Cinta,
kau kembali bersama ratusan mimpi,
dan janji untuk tak pernah pergi lagi
lalu kali ini,
kumohon tinggal lah lebih lama lagi,
aku ingin kau tahu,
setelah sabar menunggumu,
aku sungguh tak ingin lagi melihat kau berlalu.

Tangerang, 19 Februari 2012
- Tia Setiawati Priatna